Resume Kajian

Tematik : Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

📚 *AMAR Ma’ruf NAHI MUNGKAR*
Ust Dr Abdullah Roy, MA
Jum’at, 19 Muharram 1440H
Masjid Nurul Iman Blok M Square

📒Materi

Termasuk kenikmatan yang paling besar yang Allâh berikan adalah kita dijadikan sebagai seorang muslim, sebagai umat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang merupakan sebaik baik umat.

Nikmat tersebut harus disyukuri dengan cara menjalankan perintahnya dan sunnah nya se kaffah kaffahnya. Termasuk diantaranya adalah amar ma’ruf nahi mungkar.

Saat ini keadaan umat muslim saat ini meskipun banyak tapi kalah dengan musuh musuh islam.

Mengapa? Allah telah menfirmankan ⬇⬇

📖Q.S Asy syura 30

وَمَآ أَصَـٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍۢ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Seandainya Allâh mengadzab setiap dosa yang kita lakukan maka senantiasa tidak ada manusia yang tersisa.

Lemahnya kita, padahal kita adalah umat yang banyak sebabnya adalah dosa dosa yang kita miliki. Bisa jadi dosa tersebut tdk melakukan kewajiban, menyia nyiakan kewajiban atau jatuh dalam kemaksiatan kepada Allâh.

➡Dosa itu :
▪Meninggalkan kewajiban
▪Melanggar larangan Allâh ( melakukan maksiat kepada Allâh)

➡Disini menjelaskan pentingnya amar ma’ruf nahi mungkar. Mengajak manusia untuk menjalankan kewajiban dan menyeru manusia meninggalkan kemaksiatan.

🔹Makna Ma’ruf dan Mungkar

📄Ma’ruf : yang di ketahui
(segala sesuatu yang dikenal oleh syariat sebagai sebuah ketaatan kepada Allah dan sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri / bertaqorrub kepada Allâh)

📄Mungkar : lawan dari ma’ruf / tidak diketahui.
(Setiap ucapan, perbuatan, maksud dalam hati yang di cela, di ingkari dan di larang syariat)

Amar : mendorong
Nahi : melarang

➡Mendorong kepada kebaikan dan melarang kemungkaran

📓Ulama sepakat : amar ma’ruf nahi mungkar hukumnya wajib

📓Ibn hazm : umat semuanya telah bersepakat atas wajibnya ber amar ma’ruf nahi mungkar tanpa ada perbedaan pendapat diantara mereka.

📓Imam An Nawawi : dan telah bertubi tubi dalil yang menunjukkan wajibnya amar ma’ruf nahi mungkar baik Al Qur’an, sunnah maupun ijma umat ini. Dan ini bagian dari nasehat yang bagian dr agama. Dan tidak ada yang menyelisihinya kecuali rafidhoh. Dan perbedaan ini tidak dianggap.

➡Ulama berselisih pendapat apakah wajib ain / wajib kifayah, sebagian ulama menguatkan bahwa hukumnya wajib kifayah yang didukung beberapa dalil ( ini yang rajih)
Diantaranya :

📖Q.S Al imran 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌۭ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Dan ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

➡Asalnya wajib kifayah tapi dalam beberapa keadaan bisa menajdi wajib ain.

📓Imam nawawi dalam kitabnya al minhaj syarh shahih muslim : Amar ma’ruf nahi mungkar bisa wajib ain. Seperti ketika seseorang ada di suatu tempat yang tidak melihat kemungkaran tadi kecuali dia dan tidak mungkin mencegahnya kecuali dia.

🔹Keutamaan untuk beramar ma’ruf dan nahi mungkar

▪1. Bahwasanya amat ma’ruf nahi mungkar adalah sebab mendapatkan gelar sebaik baik umat.

📖Q.S Al Imran 110

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ *تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ* وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, *menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar*, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

➡Sifat umat terbaik ini adalah :
1. Ber amar ma’ruf
2. Nahi mungkar
3. Beriman kepada Allah ( melakukan nya ikhlas karna Allâh)

📓Mujahid : خَيْرَ أُمَّة apabila memenuhi syarat syarat yang disebutkan dalam ayat

▪2. Amar ma’ruf nahi mungkar adalah sebab kesuksesan di dunia dan akhirat

📖Q.S Al imran 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌۭ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

📄Beruntung : adalah orang yang mendapatkan yang diinginkan / syurga (kesuksesan di akhirat), selamat dari yang ditakuti, dan juga mendapatkan kehidupan yang baik di dunia ( kesuksesan di dunia)

▪3. Amar ma’ruf nahi mungkar sifat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

📖 Q.S Al A’raf 157

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ *يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ* وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَـٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَـٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, *yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar* dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

➡Kebaikan yang beliau tahu beliau sampaikan kepada ummat dan keburukan yang beliau cegah dari ummat.

▪4. Amar ma’ruf nahi mungkar sifat orang-orang beriman

📖Q.S At Taubah 71

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

➡Sifat orang munafik adalah memerintahkan kepada kemungkaran dan melarang dari kebaikan.

📖Q.S At Taubah 67

ٱلْمُنَـٰفِقُونَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

▪5. Sifat keselamatan seseorang dari kebinasaan dan juga adzab di dunia.

📖HR Bukhari :

Perumpamaan orang yang menjaga larangan-larangan Allah dan orang yang terjatuh di dalamnya adalah seperti suatu kaum yang sedang mengundi untuk mendapatkan tempat mereka masing-masing di dalam kapal. Sebagian mendapat tempat di bagian atas kapal dan sebagian lainnya mendapat di bagian bawah. Orang-orang yang berada di bawah jika ingin mendapatkan air minum mereka melewati orang-orang yang ada di atas. Mereka (yang ada di bawah) berkata: “Andaikata kita melubangi perahu ini untuk mendapatkan air minum, maka kita tidak akan mengganggu mereka yang ada di atas”. Jika orang-orang yang ada di atas membiarkan perbuatan dan keinginan orang-orang yang ada di bawah (yaitu melubangi kapal), maka mereka semua akan tenggelam.

📖HR : Para sahabat bertanya : “apakah kita akan binasa sementara diantara kita ada orang orang yang sholeh”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : “iya jika sudah terlalu banyak kemungkaran”

🔹Bahaya meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar baik kepada individu seseorang atau umat

▪1. Laknat dari Allâh subhanahu wa ta’ala.

_Allah menceritakan orang-orang bani israil_

📖Q.S Al Maidah 78-79

لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.

▪2. Tidak dikabulkannya doa

📖HR Ahmad : Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya (agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah Azza wa Jalla tidak mengabulkan do’a kalian.

▪3. Turunnya adzab Allah

📖HR : Sesungguhnya manusia jika melihat kemungkaran dan tidak merubahnya maka hampir hampir Allâh mengadzab ratakan kalian semua.

▪4. Berkurangnya keimanan

📖HR : Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak bisa ubah maka dengan lisannya, jika tidak bisa maka dengan hatinya dan itu se lemah lemahnya iman

▪5. Menjadikan semakin tersebar kemaksiatan.

Dan pada hakikatnya kita menolong orang bermaksiat untuk bermaksiat kepada Allâh. Sebaliknya jika kita amar ma’ruf nahi mungkar maka orang akan berfikir untuk melakukan maksiat.

🔹Kerancuan dan beberapa syubhat yang menyebabkan meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar

▪1. Saya sendiri masih kurang dalam beramal.

Mereka membawa dalil baik dari Al Qur’an dan juga Hadits.

📖Q.S Al Baqarah 44

۞ أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَـٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

📖HR : seseorang disiksa di neraka : dahulu aku menyuruh kalian untuk ber amar ma’ruf tapi aku tidak melakukannya dan aku nahi mungkar tapi aku mengerjakan kemungkaran tsb

➡➡ Dalil diatas adalah ancaman nya bagi orang yang meninggalkan kebaikan. Sehingga tidak bisa dijadilan dalil.

Manusia itu pasti memiliki kekurangan dan dosa dan tidak sempurna. Jika menunggu sempurna baru ber amar ma’ruf nahi mungkar niscaya Tidak ada yang ber amar ma’ruf nahi mungkar.

_Disclaimer : Catatan diatas hanyalah catatan pribadi, sangat diharapkan dan dianjurkan untuk kroscek dengan mengikuti kajian langsung di video kajian aslinya, dan jika ada revisi atau kesalahan dimohon untuk mengirimkan pesan pribadi di blog penulis_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s