Resume Kajian

Rifqon ahlussunnah

📚Rifqon ahlassunah bi ahlissunah
Ust Sofyan Chalid Ruray
Masjid Nurul Iman Blok M Square
Ahad, 12 Dzulhijjah 1438H

📗Materi

📖 Q.S
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
-Sura Al-An’am, Ayah 112
📌
✔Adanya penentang dakwah ahlussunnah itu adalah suatu kepastian. Yang harus dihadapi dengan keberanian, kesabaran, ilmu dan kelembutan
✔Secara tidak sadar ada golongan golongan ahlussunnah yang membantu syaithon dalam menghancurkan ahlussunah
⏩ Iblis /Syaithon ketika mulai berputus asa untuk membuat orang orang tidak beribadah kepada Allah maka caranya adalah dengan membuat permusuhan di antara mereka.

📖HR dari Jabir
“Sesungguhnya syaithan telah berputus asa mencegah ibadahnya orang-orang yang shalat, akan tetapi caranya dengan membuat permusuhan di antara kalian”. ( Riwayat Muslim)

⚠Termasuk prinsip ahlussunnah adalah bersatu berlemah lembut dan berjamaah. Persatuan diatas kebenaran, diatas sunnah.
📓Syaikhul islam Ibn thaimiyah : termasuk pondasi agama yang paling agung adalah pernyatuan hati, bersatunya kalimat dan baiknya hubungan
📖Q.S Anfal 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.”
-Sura Al-Anfal, Ayah 1
📖Q.S Al Imran 103
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpegang teguhlahkamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
⚠Orang orang yang mengamalkan ini adalah itu Al Jamaah tapi siapa yang bermusuhan maka Ahlul Furqoh /ahlul bid’ah
⚠Lawan ahlussunnah = ahlul Furqoh
⏩Orang yang bermusuhan dengan yang saudaranya karena kurang Imannya
📓Syaikh Abdul Muhsin Al Badr : setiap kali menguat iman seseorang maka akan menguat pula kasih sayang nya terhadap saudaranya. Karena besarnya kasih sayang seseorang kepada Saudaranya adalah sesuai dengan besar nya imannya. Dan juga kurang nya kasih sayang seseorang kepada seseorang sesuai dengan kadar kurang nya imannya.
⚠Wajib kita membenci dan mencintai seseorang karena Allah yaitu mencintai nya karena ketaatan nya kepada Allah dan membencinya karena kedurhakaanya kepada Allah
📖HR Bukhari Muslim : permisalan seorang mukmin dan yang lainnya adalah seperti permisalan satu anggota tubuh jika salah satu nya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakit dan demam
📖HR dari sahabat Abdullah bin amr bin ash: orang orang yang penyayang di sayang Allah yang Maha Penyayang. sayangilah yang ada di bumi maka yang di langit akan menyayangimu.. [Ulama ini menyebutkan termasuk dalam Hadits yang bersambung pada periwayatan yang pertama dari rawi rawinya]
❓Mengapa : *Para ulama mengingatkan bahwa ilmu ini dibangun diatas kasih sayang*
>Agama islam adalah agama kasih sayang. Nabi kita adalah Nabi penuh kasih sayang. Kitab kita juga kitab penuh kasih sayang. Dan Allah Sifat kan dalam kitabNya bahwa hamba hamba Nya yang beriman adalah mereka orang yang berkasih sayang
📖Q.S Al Fath 29

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.

✔Diantara cara terbaik dalam menyelesaikan masalah kita adalah merujuk kepada Al Qur’an dan As Sunnah dan meminta pendapat dan fatwa kepada ulama kibar yang luas keilmuannya di dalamnya.
📖HR : keberkahan itu bersama orang tua tua kalian
▪Maksudnya adalah : orang yang tua umurnya dan dalam ilmunya
📖Q.S Annisa 83
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

(Bahasa Indonesia)
Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).
-Sura An-Nisa’, Ayah 83
✔Ulil amri adalah ulama besar.
✔Masalah besar harus diberikan kepada ulama ulama besar.

📝 Risalah Syaikh Abdul Muhsin Al abad “Rifqon ahlassunah bi ahlissunah”
✔Ahlussunnah : Orang orang yang mengikuti kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
📖HR : Sesungguhnya yang hidup setelah ku akan mendapatkan perpecahan yang banyak maka hendaklah kalian berpegang pada sunnah ku dan sunnah khulafaur Rasyidin. Dan jauhilah perbuatan baru dalam agama karena perbuatan yang baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan itu di neraka.
✔Ahlussunnah itu harus bersatu dan saling tolong menolong dalam kebajikan.
✔Yang disayangkan saat ini adalah mereka saling berselisih dan bermusuhan dengan yang lain. Dan diantara mereka hendaklah Saling berkasih sayang,lembut dan halus
⏩Kemudian beliau hafidzahullahu ta’ala menjelaskan tentang nikmat nikmat kita
✔Nikmat berbicara
📖Q.S An Nahl 76
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia disuruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus?
-Sura An-Nahl, Ayah 76
⚠Setinggi tinggi keadilan adalah Tauhid
✔Makna ayat ini adalah perbandingan orang kafir dan orang mukmin.
✔Ayat ini menunjukkan kepada kita kekurangan seorang pembantu yang tidak bisa berbuat apa apa, yang tidak bisa didapat manfaat darinya
✔Kewajiban menjaga lisan: jangan berucap apapun kecuali dalam kebaikan
📖Q.S Al ahzab 70-71
📖Q.S Al Hujurat : prasangka
📖Q.S Qaf: ada malaikat yang mengawasi dan mencatat
📖HR dari abu hurairah : ghibah adalah engkau berbicara tentang saudaramu tentang apa yang tidak disukai nya. Kalau yang dikatakan benar maka itu ghibah jika tidak benar maka itu kamu membuat kedustaan tentang nya.
📖HR : seorang muslim adalah yang muslim lainnya selamat dadi kejahatan lisan dan rangannya
📖HR Abu hurairah : barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.
❓Mengapa nikmat lisan ini disebutkan di awal:karena awal ya hancur nya umat mukmin itu dr lisannya
📖HR : Cukuplah seorang dikatakan pendusta ketika ia mengatakan dari setiap apa yang dia dengar.
📓Imam Syafi’i : arti Hadits ini adalah ketika dia berbicara hendaknya dipikir pikir dulu. Jika nampak jelas tidak berbahaya maka tidak mengapa berbicara tapi jika nampak bahaya maka hendaklah dia tahan untuk tidak berbicara
📓Imam Ibn hibban : wajib bagi orang yang berakal untuk selalu diam sampai saatnya dia harus berbicara, maka berapa banyak orang yang menyesal ketika dia bicara dan jarang orang diam yang menyesal. Dan orang yang paling rugi adalah yang lisannya tidak bisa dijaga. Yang wajib bagi orang yang berakal adalah lebih banyak menggunakan dua telinganya dari mulutnya. Hendaknya orang berakal itu tahu mengapa Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut.[diriwayatkan abu darda Radiyallahuanhu juga] Lisan nya orang yang berakal itu di belakang hati nya. Kalau Bermanfaat dia berkata kalau tidak dia diam. Sedangkan orang jahil itu hatinya berada di ujung hatinya, apapun yang dia katakan tidak dipikir dahulu. Dan tidak lah orang memahami agamanya yang tidak menjaga lisannya
📖HR :Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat yang belum jelas yang karena itu membuat dia terjerumus ke dalam neraka yang Jauhnya dari timur dan barat.

⏩Celaan terhadap berprasangka buruk
📖Q.S
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

(Bahasa Indonesia)
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
-Sura Al-Hujurat, Ayah 12
📖HR : hati hati lah terhadap prasangka karena itu seburuk-buruk ucapan
📓Umar bin khattab : jangan engkau mengucapkan satu kalimat mu kepada saudara mukmin mu kecuali maknanya kebaikan
📓Imam Al muzany : jangan lah engkau berbicara dimana kalau benar kamu tidak dapat pahala dan jika salah maka kamu akan berdosa. Yaitu ucapan buruk kepada saudara mu.
📓Abu kilabah : kalau sampai kepadamu berita tentang saudaramu yang tidak kamu sukai cari udzur untuknya sebanyak yang kamu ketahui. Kalau kamu tidak dapat udzur katakan padamu “bisa jadi dia punya udzur yang aku tidak tahu”.
⚠Kurangnya prasangka baik dan kurangnya memberi udzur itulah penyebab mudahnya berpecah belah.

⏩Kewajiban untuk berlemah lembut dan halus kepada saudara kita.
⚠Inilah sebab yang akan menjadikan persatuan
❕Sifat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu lemah lembut
📖Q.S
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.
-Sura Aal-E-Imran, Ayah 159
✔Sifat lembut itu rahmat Allah maka jika kita tidak punya sifat lembut maka kita kehilangan rahmat Allah
✔Rasulullah adalah dai yang diangkat Allah, beliau paling berilmu dan di anugerahi jawaibul kaliim. Tapi Allah tetap firmankan jika kehilangan *lembut* maka mereka akan lari meninggalkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
❓Lalu bagaimana dengan kita❓
📖HR Bukhari Muslim dari Anas bin malik : permudahlah dan jangan persulit. Berlemah lembut lah fan jangan buat orang lari
📖HR : hai Aisyah, Sesungguhnya Allah Maha Lembut mencintai kelembutan dalam segala urusannya. (dalam lafadz lain :tidak lah Allah memberikan sifat kelembutan pada sesuatu kecuali akan menjadikan nya indah dan tidak lah ia dicabut dr sesuatu kecuali akan menghancurkan nya)

⏩Sikap sikap ahlussunnah kepada saudaranya yang bersalah
✔sikap ahlussunnah terhadap seorang aalim yang melakukan kesalahan harus diberi udzur, tidak dibid’ahkan dan tidak diboikot
✔Tidak ada kemaksuman kepada siapapun setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dan tidak ada seorang berilmu pun yang sempurna. Maka jika orang berilmu bersalah jangan ambil kesalahan nya. Tapi jangan juga di tahdzir. Maka yang wajib adalah dimaafkan kesalahan nya yang sedikit di tengah lautan yang penuh kebaikan.
❓Yang dimaksud disini adalah *Ahlussunnah* jika orang sesat ya harus di ingatkan.
✔Sebagai contoh yang terjadi di ulama yang dahulu yang melakukan kesalahan tapi tenggelam diantara lautan keilmuan yang sangat Luas. Karena mereka melakukan kesalahan bukan karena kesengajaan.
▪Imam Al baihaqi
▪An Nawawi
▪Ibn Hajar al asqolani
⚠Selama dia adalah ahlussunnah wal jamaah maka jangan kita boikot dan dituduh ahlul bid’ah

📒🌿Tambahan :Point penting dalam kitab kedua Syaikh Abdul Muhsin Al abad merekomendasikan salah satu kitab “beda membantah ahlussunnah dan ahlul bid’ah”
❓Bagaimana membantah ahlussunnah
📓Syaikhul islam Ibn thaimiyah :apabila yang bersalah itu seorang mujtahid. Maka kesalahan nya dimaafkan. Akan tetapi, menjelaskan amalan/ucapannya yang menyelisihi sunnah itu WAJIB meskipun bertentangan dengan amalan/ucapannya. Siapa yang dikenal memiliki ijtihad dalam syariat, maka tidak boleh dia di cela dan menuduhnya berdosa. Karena Allah sendiri yang mengampuni nya. Bahkan kita bersiap loyal kepada nya dan mencintainya. Dan kita harus lakukan kewajiban kita kepadanya yaitu mendoakan kebaikan untuknya dan selain itu.
📓Syaikh berkata : juga tidak boleh manusia untuk memboikot nya dan melarang manusia mengambil ilmu darinya. Dan tidak boleh dihukumi ahlul bid’ah selama dalam lingkup ahlussunnah wal jama’ah. Salah satu mudharat jika bantahan membantah ini ada kepada penuntut ilmu maka kebanyakan mereka belum pantas untuk membantah. Maka, yang dia lakukan hanya membuat kericuhan dan Kerusakan. Maka akan engkau dapati yang keluar dari mereka hal hal yang melampaui batas. Bahkan sebagian mereka berusaha untuk menampakkan dirinya lebih mampu untuk membantah dari pada ulama yang membantah.
📒🌿

*Lanjutan risalan*
📓Syaikhul islam Ibn thaimiyah :Sangat banyak para mujtahid khalaf melakukan bid’ah tanpa tahu itu bid’ah. Bisa jadi karena Hadits lemah tapi dikira Hadits. Atau karena ayat ayat yang mereka pahami tidak sesuai pemahaman yang benar. Atau karna satu permasalahan yang mereka berpendapat dengan ijtihad karna Nash Nash tidak sampai kepada mereka. Maka Allah ampuni

⏩Fitnah / Mala petaka saling mencela, mentahdzir dan jarang yang selamat dari Mereka.
❕*Dua sebab utama*
🔹*I. Ada sebagian ahlussunnah yang saat ini kebanyakan pekerjaan nya adalah mencari cari kesalahan ulama dan mentahdzir nya*
✔Contoh : ada sebagian dai ahlussunnah yang di tahdzir karena dia hadir untuk mengikuti ceramah /seminar yang panitia nya di buat oleh organisasi yang dituduh sebagai salah satu organisasi hisbiyah. Padahal ketika Syaikh Utsaimin dan Syaikh bin Baz juga tetap berceramah kepada mereka. _Maka,_ tidak boleh mencela mereka, karna pandangan apakah itu hisbiyah atau tidak pasti. Padahal manfaat orang itu sangat besar kepada umat.
⚠Inilah bahaya mencela ulama ahlussunnah. Itu berarti kita memutus orang untuk menuntut ilmu dan akhlaq dari mereka.
📓Ibn qayyim :Orang orang yang menghalangi manusia mendapatkan ilmu maka ia adalah wakil wakil iblis di dunia

🔹*II. Bahwasanya jika melihat orang ahlussunnah melakukan kesalahan maka langsung dibantah dan yang dibantah pun kembali membantah*
✔Kalau pun harus membantah, maka bedakan caranya untuk membantah ahlussunnah dengan yang bukan. Begitu pula yang dibantah jangan terburu buru membantah balik dan mengikuti hawa nafsu

⏩Jalan selamat darinya
🔹*I. Hendaklah Penuntut Ilmu bertakwa kepada Allah dan tidak menyibukkan diri melihat aib para Penuntut Ilmu. Sibukkan dengan memperbaiki aib aib kita sendiri*
🔹*II. hendaklah menyibukkan ilmu dengan ilmu bermanfaat. Mempelajari nya, memahami nya, mengamalkan dan mengajarkannya*
✔Kalau kita sibuk dengan ilmu maka tidak ada waktu untuk hal yang tidak bermanfaat
🔹*III. Sibukkan dengan membaca buku buku yang bermanfaat yang di tulis ulama ulama besar. Dan jangan Sibukkan diri pembicaraan fulan dengan fulan*
🔹*IV.kalau kita ditanya tentang penuntut ilmu dari ahlussunnah itu maka kita sampaikan kembalikan kepada ulama besar*
✔Supaya kita tidak terburu buru menilai.

⏩Point point penting dalam membantah.
🔹*I. Jika jelas kesalahan, Hendaklah dibantah dengan lembut dan halus serta keinginan kuat dia bisa keluar dari kesalahan tersebut, bukan keinginan untuk menjatuhkannya*
🔹*II. Jika kesalahan yang tidak jelas,maka dikembalikan kepada lembaga fatwa resmi*
✔Karena jika tidak akan terjadi kegaduhan yang terus menerus.
🔹*III. Apabila kesalahan jelas, maka setelah itu sudah jangan dicari cari kesalahan dan mengikuti perkembangannya*
🔹*IV. Hendaklah kita menguji seorang penuntut ilmu kepada sikapnya orang yang kita bantah*
✔Karena yang seperti itu membuat permusuhan.
🔹*V. Hendaklah seorang penuntut ilmu ia membentengi dirinya dari fitnah fitnah yang tersebar*
✔Apalagi di internet.

⏩Penutup
🔹*1. Hendaklah seorang penuntut ilmu itu bersyukur Allah*
🔹*2. Hendaklah kita menjaga waktu kita. Jangan kita buang untuk kesia kesiaan*
🔹*3. Hendaklah kita menyibukkan kita dengan hal hal yang bermanfaat bagi kita*
📖HR : termasuk kebaikan islam seseorang ia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat
🔹*4. Adil dan pertengahan. Jangan ghuluw dan jangan pula meremehkan*
🔹*5.Hati hati dari perbuatan dzalim*
📖HR : hati hati dengan kedzaliman karena kedzaliman itu akan menjadi kegelapan di hari kiamat.
⏩Nasehat dari Syaikhul Islam Ibn thaimiyah :
“Tidak boleh bagi seseorang untuk menetapkan tokoh bagi umat dan mengajak umat untuk mengikuti nya kemudian dia menancapkan wala’ dan bara’ kepada tokoh tersebut”. Tidak boleh menjadikan satu pendapat sebagai dasar wala’ dan bara terhadap seseorang selain Al Qur’an dan sunnah. Ini termasuk perbuatan ahlul bid’ah. Mereka menetapkan tokoh atau ucapan nya yang dengannya ia menjadikan wala’ dan bara’ dan memecahkan belah umat. Jika ada guru kita memerintahkan muridnya untuk memboikot seseorang, atau memusuhi dan menjatuhkan kannya, maka kita pelajari dan jangan taqlid. Kalau memang betul bahwa orang tersebut ia telah melakukan dosa menurut syariat maka kita hukum sebatas sesuai besar dosa tersebut tidak berlebihan. Dan jika tidak benar maka tidak boleh kita hukum dan boikot. Tidak pantas bagi seorang guru menjadikan manusia berkelompok kelompok yang membuat mereka saling bermusuhan. Seharusnya mereka menjadi ikhwah yang saling bersaudara. Sebagaimana firman Allâh :”saling tolong menolong dalam ketaatan dan ketakwaan dan
✔Seperti : kalau tidak sependapat dengan ustadz Tertentu maka bukan golongan saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s