Resume Kajian

#1 Aqidah Al Wasithiyah

📚#1 Aqidah Al Wasithiyah karya Ibn Thaimiyyah Rahimahullah
Ust Abdullah Taslim, MA
Masjid Nurul Iman Blok M Square
6 Rabii’ul Awwal 1439H

🌿 Materi
✔Belajar Aqidah fungsi nya untuk mengikat dan menguatkan hati.
📖HR Muslim : Takwa itu disini (Rasulullah menunjuk dadanya)
⏩Maksudnya jika amalan sholeh muncul dari sumber iman dalam hatinya maka itu yang benar

📖Q.S Hajj 37
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

⏩Mengapa harus belajar iman dan tauhid, Aqidah yg benar itu menempati amalan yang tinggi karena ini sebab diterimanya amalan kita.
📖Q.S Ibrahim 24 – 26
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا كَلِمَةًۭ طَيِّبَةًۭ كَشَجَرَةٍۢ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌۭ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

(Bahasa Indonesia)
(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.
وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
⚠Keteguhan iman itu karena akar iman yang kuat
✔Di dalam zaman yang penuh fitnah itu jika tanpa Aqidah yang benar maka akan hancur dan tidak kokoh.
📖HR : hati itu disebut al qalbu sesuai namanya.
✔Maksudnya mudah berubah.
📖HR :sungguh hati manusia itu lebih mudah berbolak balik nya daripada masakan di dalam panci yang airnya mendidih.
⚠Tidak cukup ibadah saja. Karna kita lihat orang Khawarij. Bacaan dan Sholat mereka melebihi kita, tapi tidak melewati kerongkongannya.
📖HR :Mereka (Khawarij) itu anjing anjing neraka
⚠Hati itu lemah harus dijaga. Memang Allâh akan menjaga hati kita tapi itu sesuai dengan kadar iman kita.
📖Q.S Al Hajj 38
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُدَٰفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍۢ كَفُورٍ
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.
⏩Mengapa para ulama salaf terdahulu melarang mendengar
📓Imam adh dhahabi : kebanyakan para ulama salaf melarang kita mendengar penjelasan orang yang pemahaman menyimpang karna hati manusia itu lemah sementara fitnah itu mudah menyambar hati manusia.
📖HR Bukhari Muslim : demi Allah yang tidak ada sembahan selain dia. Sungguh akan ada diantara kamu yang selama hidupnya ia melakukan amalan ahli syurga. Sehingga tidak ada yang membatasi jarak dia dengan syurga kecuali satu hasta. Tapi di akhir hidupnya Allah takdirkan ia melakukan maksiat dan wafat dalam kemaksiatannya…
⏩Mengapa Allah mencabut hidayahNya di akhir hidup nya?
📓Imam rajab al hambali:hal ini karena masalah dengan iman dalam hatinya
⚠Su’ul khatimah itu sebagian besar dikarenakan oleh pemahaman menyimpang di hati mereka yang dengan nya Allah tidak meneguhkan imannya
📓Imam Abdul Haq al mishbi : ketahuilah meninggal diatas keburukan (Su’ul khatimah) ini tidak akan mungkin menimpa orang yang benar amalan lahir nya disertai dengan kesholehan dalam hatinya.
⚠Belajar Aqidah yang merupakan landasan dalam islam.
📓Ibn Qayyim : orang yang mengenal agama itu perhatian utamanya adalah menguatkan landasan amalan nya dan membangun dengan dasar yang kokoh.
📓Ibn Qudamah mengatakan seorang ulama salaf mengatakan : Barangsiapa yang mengingkari satu huruf Al Qur’an maka ia telah kufur seluruhnya.
📖Q.S Al Baqarah 208
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
✔Maka masuk kedalam islam secara keseluruhan.
📖Q.S Al Hujurat 15
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
📓Ibn qayyim : amalan hati itu bisa membawa manusia kepada kedudukan yang dengan amalan badannya itu belum sampai.
⏩Contoh ada sahabat yang tidak mampu ikut berperang karwna fisik dan tidak punya bekal
📖HR : Sesungguhnya di madinah a saat ini ada orang-orang yang tinggal disana. Tapi tidak lah kalian menempuh perjalanan dan melewati lembah mereka menyertai kalian dengan hatinya.
⚠Oleh karena itu amalan hati lah yang pada hakikat nya akan sampai kepada keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
📓Ibn qayyim : ketahuilah sesungguhnya seorang hamba dia hanya bisa menempuh perjalanan keridhaan Allah itu dengan hati dan tekad kuat nya bukan sekedar amalan badannya. Dan takwa yang hakiki adalah takwa yang ada dalam hati bukan pada anggota badannya.
✔Dan kitab ini isinya adalah tentang prinsip prinsip keimanan, Aqidah yang benar. Yang oleh sebab itu untuk mendapatkan syurga Allah Subhanahu wa Ta’ala.
✔Kitab ini diminta oleh ulama Dahulu bernama Wasith. Dan pada awalnya imam Ibn thaimiyah menolak.

📝Biografi
✔Syaikhul Islam Ibn Thaimiyyah adalah ulama yang sangat besar
✔Murid beliau adalah imam Adh dhahabi. Beliau yang para ulama dahulu berkata ilmu tentang hadits itu berkumpul padanya.
✔Lahir 661H
✔Meninggal 278H
✔Dalam kitab nya imam adh dhahabi berkata : Ibn thaimiyah dialah adalah seorang imam yang sangat tinggi ilmunya, penghafal, ahli dalam agama, seorang mujtahid, seorang ahli tafsir, Syaikhul islam, simbol dalam Zuhud nya. Jarang orang sepertinya di zamannya.
📖HR : Sesungguhnya Allah akan menjadikan umat Islam ini pada setiap permulaan 100 tahun seorang yang memperbaharui tentang agama mereka.
✔Ulama mengatakan bahwa Syaikhul islam termasuk al mujahidilil islam ini.

⏩Kitab ini secara umum memiliki keutamaan :
▪Ditulis untuk meluruskan atau memuat tentang prinsip prinsip dasar pemahaman ahlussunnah wal jamaah. Yaitu sebab nya ada seorang dari wilayah wasith yang meminta menulis kitab ini karwna ditemui banyak kejahilan.
▪kandungan kitab ini meliputi permasalahan2 yang paling penting dari pembahasan Aqidah keyakinan ahlussunnah yg dirangkai dengan susunan yang indah.
▪Kandungan kitab ini penuh dengan nukilan dalil dari Al Qur’an dan Hadits yang Shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Untuk suatu masalah bisa lebih dari 10 dalil. Dan ini adalah sebaik baik penjelasan dan petunjuk
▪Syaikhul islam berusaha dalam menyampaikan kalimat itu memilih lafadz yang sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah.
▪Isi kitab ini pernah di hadapkan kepada mereka2 yang mencela ahlussunnah di zaman Ibn thaimiyah. Beliau menyebutkan : orang orang yang mengkritik ahlussunnah pernah ditantang dengan mengatakan :saya tantang kalian selama 3 tahun yang dapat menentang kitab ini. Dan tidak ada yang sanggup. Sehingga sudah teruji.
▪Di dalam kitab ini akan ditemukan makna al Wasithiyah makna ditengah tengah nya ahlussunnah. Tidak ekstrim dan tidak meremehkan. Sebagaimana firman Allâh bahwa umat islam umat pertengahan.

📖Q.S Al Baqarah 143
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا….
Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan”…..

@oelpha_hasana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s