Resume Kajian

Jihad melawan ujub dan riya

📕Jihad melawan ujub dan riya’

Ust  Firanda Andirja 

📓Sofyan ats saury : aku tidak mengetahui suatu yang lebih berat kecuali memperbaiki niatku

📌Satu Hadits saja jika disampaikan bisa jadi berubah 

📖Q.S : Allah hanya menerima amalan dari orang orang yang bertakwa

📌Penyakit riya’ ini banyak mengikuti orang yang rajin beribadah 

📖HR : Mau kah kalian aku tunjukkan fitnah yang lebih besar daripada dajjal. Syirik yang tersembunyi. Seorang yang berdiri kemudian memperindah sholat nya karena untuk diliat manusia

📌Dajjal hanya akan muncul di akhir zaman. Dan orang bertakwa itu bisa selamat. Sedangkan riya’ itu muncul setiap sesaat kepada orang orang yang bertakwa. 

👉Bahaya riya’ : penggugur amalan dan perusak amalan sangat banyak. Perkara yang paling penting bukanlah beramal tapi yang paling penting adalah bagaimana anda menjaga amalan anda dari penggugur amalan anda. 

📓Ibn qayyim : Riya’ meskipun tipis itu menggugurkan amalan. Dan riya’ itu memiliki pintu pintu yang sangat banyak yang tidak terhingga.

📓Imam ahmad : ketika akan meninggal dunia beliau berkata “belum belum” anaknya bertanya kenapa. Tadi iblis datang kepada ku “kau telah mengalahkanku hai ahmad” maka imam ahmad berkata “belum belum” 
📝Hukum hukum yang berkaitan dengan riya’
🔹#1 Syirik kecil

>riya’ yang syirik besar itu riya’ nya orang munafik

📖Q.S Annisa 142

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ۚ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

>Orang ini yang batinnya kafir tapi dhahir nya muslim

👉Maka, berbeda riya’ kaum muslimin dan orang kafir
🔹#2 Termasuk dosa besar 

>Meskipun syirik kecil tapi ia dosa besar
🔹#3 Riya’ menggugurkan amalan yang di campurinya

👉Ada tiga kondisi :

🔸#1 Riya’ dari awal niatnya

>Contoh orang dari awal menuntut ilmu supaya bisa di sanjung

📖HR : orang yang menuntut ilmu karena ingin bisa mendebat orang maka tidak akan mencium bau syurga 

📓Seorang salaf pun hendak melayat ia berkata “sebentar aku benarkan niatku dulu” 

🔸#2 Riya’ yang awalnya niat ikhlas kemudian di perjalanan amal riya’

>Contoh : Seorang sholat awalnya ikhlas kemudian ditengah ia riya’ karena ada orang yang ia kagumi

👉Ada dua kondisi :

1. Dilawan terus kemudian ia ikhlas kembali maka pahalanya selamat dan dia juga dapat pahala dari menghadapi ujian tsb 

2. Tidak Dilawan tapi malah berlezat dengan riya’ tersebut 

Maka hukumnya ada khilaf ulama :

>Sebagian ulama termasuk Hasan al bashri karena yang ditinjau awalnya niatnya

>Pendapat kedua amalnya batal seluruhnya. Karena jika sholat dhuhur kemudian kentut maka ia ulang dari awal lagi. Karena amal nya berkaitan. Termasuk pendapat Syaikh Utsaimin. 

📌Jika amalan tidak berkaitan maka yang tidak diterima yang amalan yang terkena. 

Contoh : sedekah pertama sejuta ikhlas kemudian sedekah lagi sejuta riya’ maka yang gugur adalah sedekah yang kedua 

🔸#3 Riya’ tapi muncul belakangan setelah amalan selesei 

>Contoh : orang selesai umrah kemudian bercerita dan dipuji. 

👉Ada dua pendapat:

1. Amalan itu selamat dan riya’ itu termasuk dosa tersendiri 

2. Pendapat Ibn qayyim : amalan tersebut menjadi gugur

>Seorang ketika beramal dia ikhlas dan tersembunyi dan hal tersebut di catat oleh malaikat dengan amalan tersembunyi. Kemudian Qadarullah ia menceritakan hanya untuk bercerita. Kemudian malaikat merubah menjadi amalan tersembunyi dan tidak tersembunyi 

📖Q.S : jika kalian menampakkan sedekah tidak mengapa tapi jika kau sembunyikan itu lebih baik. 

>Kemudian ia bercerita lagi dalam kondisi riya’ maka tatkala itu amalan itu gugur. 

>Hal ini didasarkan dalil :

📖Q.S Al Baqarah 264

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
🔹#4 Harus dibedakan orang yang beramal karena riya’ atau beramal karena Allah tapi untuk duniawi

👉Gambaran ikhlas

📖Q.S An Nahl 66

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ

Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.

📖HR : Aku adalah Dzat yang tidak membutuhkan  sekutu. Barangsiapa yang beramal sholeh dan mengambil sekutu bagiKu maka akan aku tinggalkan dia dan sekutu nya. 

📌Jika seseorang beramal sholeh dengan harapan Allah membantunya menyelesaikan masalah dunia maka ini boleh dan ini dianjurkan oleh Allah

📖Q.S At talaq 2-3

…… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

📌Bahkan ditanyakan ayat Allah memperbolehkan bahkan untuk haji Allah memperbolehkan dengan berdagang

📖Q.S : sembuhkanlah anak anak kalian dengan sedekah 

🔺Hal ini tidak mengapa selama niat pahala di akhirat lebih kuat dari pada niat dunia. 

📖HR qudsi : hai anak Adam, berinfaklah maka jika engkau berinfak Aku akan berinfak untukmu

📖HR : Tidaklah sedekah mengurangi harta

📖HR : Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya maka sambunglah silaturahim
📝Kiat Kiat supaya bisa menjaga diri dari riya’

🔹#1 Bagaimana nasib orang riya di akhirat 

📖HR :Barangsiapa yang beramal sholeh tapi untuk riya’ maka Allah akan mempermalukan dia di akhirat 

📖HR : kami akan hancurkan  pahala pahala mereka seperti debu debu yang berterbangan 

📖HR : Allah akan berkata kepada orang yang riya”kalian mencari pahala dariKu tapi dulu engkau beribadah untuk cari muka kepada orang lain maka carilah pahala dari mereka”

📖HR : Sesungguhnya nanti pada hari kiamat yang pertama dihisab adalah orang yang wafat dalam jihad , kemudian Allah sebutkan  nikmat nikmatNya ke dia dan Allah  bertanya : “Untuk apa kau gunakan nikmat nikmatKu itu?”Ia menjawab : “Untuk berperang di jalanMu ya Allah”Allah berkata : “Kadzabta, kamu bohong kau berperang hanya untuk mendapatkan pujian dan gelar mujahid /sebagai pemberani /sebagai pahlawan dari manusia, dan itu telah kau dapatkan di dunia, lemparkan dia ke neraka” Yang kedua, Orang  yang mempelajari Al Qur’an, mempelajari agama dan mengajarkannya. Allah bertanya padanya untuk apa dia gunakan nikmat nikmatNya kepadanya. Ia menjawab : “Aku gunakan untuk mempelajari  firman firmanMu ,mempelajari agama dan mengajarkannya” Allah berkata : “Kadzabta, engkau bohong, engkau mengajarkan ilmu agama agar dikatakan aliim, seorang da’i, seorang  ulama dan engkau membaca al qur’an  agar diberi gelar Qari’ ,Lemparkan dia ke neraka”. Yang ketiga, Orang yang ahli sedekah orang yang menafkahkan harta nya di jalan Allah. Allah bertanya padanya untuk apa dia gunakan nikmat nikmatNya kepadanya.Ia berkata : “Aku gunakan untuk sedekah dijalanMu, bahkan tidak ada satu masjid pun kecuali aku telah menafkahkan disana, dan menyantuni fakir miskin dan yatim”Allah berkata : “Kadzabta, engkau bohong, engkau melakukan itu agar disebut  dermawan, lemparkan dia ke neraka”.
📓Ibn thaimiyah : riya’ yang ingin mendapatkan pengakuan dan dihormati itu syahwat ghofiyah.

📖HR : dua ekor serigala yang dalam kondisi lapar dan dilepaskan kepada sekelompok kambing ini tidak lebih parah daripada rusaknya agama seseorang dikarenakan ia ingin mendapatkan pengakuan. 

📖HR : sahabat berkata :”Ada orang yang berperang supaya diketahui kedudukannya supaya di kenang. Siapa yang berperang di jalan Allah?” Yang berperang untuk mendirikan kalimat Allah itu lah yang berperang di jalan Allah. 
🔹#2 Bagaimana nasib orang riya di dunia

📌Dia akan gelisah karena yang dia cari adalah pujian manusia. 

📓Ibn thaimiyah : dia kejar pujian orang di dunia karena berharap ia di puji. 

📌Dia berharap pujiannya itu kekal. 

📌Orang yang riya’ itu akan sengsara, akan gelisah maka orang yang bahagia adalah orang yang ikhlas karena ia tidak perduli dengan manusia. 

📖Q.S : Sesungguhnya kami memberikan makan kepada kalian karena Allah.. 

📌Yakinlah bahwa meskipun orang satu dunia memuji ataupun mencela anda maka tidak akan merubah derajat kita di sisi Allah

🔹#3 Kiat kiat melawan riya’

🔸Berdoa

📖, Allahuma inni audzubika an usyrika bika… 

Ya Allah lindungi aku dari riya’ yang aku sadari dan tidak sadari. 

🔸Biasakan untuk sembunyikan amal 

📖HR : Barangsiapa diantara kalian memiliki amalan sholeh yang bisa kalian sembunyikan maka sembunyikan lah. 

📌Kecuali untuk syiar seperti sholat jamaah, memakai jilbab

📖HR : sebaik baik sholat adalah di rumah kecuali sholat wajib

📖HR : sedekah yang disembunyikan maka akan meredam murka Allah

📌Latih diri. 

📌Menceritakan amal sholeh bukan berarti riya’ tapi itu rawan untuk memperlihatkan riya’

📌Ulama salaf zaman dahulu sangat berlomba untuk menyembunyikan amalan. 
📝Jika bertaubat dari riya’ apakah amalan nya diterima? 

🔹Amalan itu gugur dan tidak kembali karena pada dasarnya amalan itu tidak ada. [Pendapat Ibn qayyim] 

📌karena amalan yang campur riya’ itu amalannya nol dan dapat dosa riya’. Jika ia bertaubat maka amalannya jadi nol tetap yang diampuni dosanya

📓Ibn hajar : kalau tidak ada kebaikan Ibn thaimiyah kecuali muridnya Ibn qayyim maka itu sudah cukup
🔹Amalan nya sebenernya diterima tapi ada penghalang nya yaitu riya ‘. Maka, jika riya’ nya hilang maka  amalan nya diterima. 

👉ini didasarkan jika orang kafir beramal baik kemudian ia masuk islam maka amalnya itu diterima Allah karena penghalang “kafir” nya telah hilang. 

📌Contoh : hakim bin hisyam ketika kafir ia sering beramal ketika masuk islam ia menanyakan status amalnya. Rasulullah bersabda :”kau masuk islam beserta seluruh amal mu sebelum itu”
📌ikhlas itu berat melawan riya’ itu susah tapi Allah maha Baik 

📖HR : Allah itu lebih sayang kepada hamba hamba Nya melebihi seorang ibu kepada anaknya. 

📌Jika kita berusaha maka Allah akan menolong kita
💌Tanya Jawab 

📝 Berbohong agar kita tidak riya’

🔹jujur saja dan biasakan maka akan tidak ngefek. 

🔹tidak boleh bohong karena takut riya’
📝Orang yang takut beramal karena takut riya’

🔹Tidak boleh, karena jika melakukan hal itu menunjukkan kita riya’ karena patokannya manusia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s