Resume Kajian

Tidakkah kalian ridho? 

​📚The Rabbanian “Tidakkah mereka ridho”

Ust Muhammad Nuzul Dzikri, Lc

Masjid Agung Al Azhar Kebayoran 

Rabu, 8 rabii’ul Awwal 1438 H 
📂 Materi 

📝Dikisahkan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan imam Bukhari muslim :

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda di hadapan kaum anshar. Setelah terjadi perang Hunain (perang melawan Bani hawazin dan tsaqif), di lembah Hunain (20km dr mekkah).  

📌Perang ini awalnya dimenangkan oleh Bani hawazin dan tsaqif 

(At taubah 85). Kemudian di fase 2 umat islam bangkit dan menang dan mereka pergi dan membuat benteng di thoif dan berhasil ditaklukkan oleh umat muslim. 

👉Perang ini membuat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bergelimang harta rampasan perang kepada para sahabat. 

📌Dan metode pembagian nabi kali ini berbeda,  karena Nabi memberikan pembagian yang besar kepada tokoh tokoh Qurays yang baru saja masuk islam ketika fathul mekah. Sementara kaum anshar tidak dapat apa apa. 

▪Contoh : 

1. Abu sofyan 100 unta, muawiyah bin abu sofyan100 unta, yazid anaknya yang satu lagi 100 unta

2. Hakim bin Hisyam 200 unta. 

3. Sofwan bin umayah 300 unta padahal belum masuk Islam. 

4. Malik bin ‘auf 100 unta ( pemimpin pasukan tsaqif dan hawazin yang baru saja ditaklukkan) 

⚠Padahal Kaum Anshar lah yang ikut seluruh perang, dan ketika kalah di awal perang pun kaum anshar yang menemani Nabi,  kaum Anshar yang dipanggil Nabi, kaum Anshar yang senantiasa bersama nabi 

👉 Karena hal ini lah Kaum Anshar sedih dan sakit, Bahkan ada yang berkata : 

▪”Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sudah bertemu kaumnya” 

▪”Semoga Allah mengampuni Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau hanya memberi Qurays dan melupakan kami”

▪”Nabi beri Qurays dan melupakan kita padahal darah darah mereka masih mengucur di pedang kami’

▪”Kalau susah dengan kita tapi ketika senang dengan mereka”

👉Ucapan ucapan ini di dengar oleh  shiddiq nya kaum Anshar (Sa’ad bin Ubadah).  Dan ia menceritakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Rasulullah pun menanyakan bagaimana dengan Sa’ad bin Ubadah dan ia berkata :”siapa saya ya Rasulullah kecuali saya bagian dari kaum saya”

👉Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengumpulkan kaum Anshar tanpa Muhajirin. 

Rasulullah memulai dengan memuji Allah dan selanjutnya berkata :

🔹Rasulullah : ” Hai kaum Anshar,  telah sampai di telinga saya ucapan ucapan tajam kalian, dan ketidak nyamanan kalian akan kebijakan saya. 

▪Bukankah aku datang kepada kalian, kalian dalam keadaan tersesat lalu Allah memberi hidayah kepada kalian melalui ku?! 

▪Dan ketika aku datang kalian itu dalam keadaan miskin, lalu Allah katakan kalian melalui diriku?! 

▪Bukankah sebelum aku datang kalian selalu berperang saudara(aus dan khazraj ) lalu Allah satukan kalian melalui diriku?! 

🔹Kaum Anshar berkata : “Betul ya Rasulullah, bahkan banyak lagi jasa engkau kepada kami”

🔹Rasulullah : hai kaum Anshar kenapa kalian tidak menjawab? 

🔹Kaum Anshar berkata : Dengan apa kami membantah engkau ya Rasulullah sedangkan semua karunia dan jasa hanya milik Allah dan engkau ya Rasulullah. 

🔹Rasulullah : hai kaum Anshar, kalau kalian mau,  kalian bisa membantah. Dan kalian benar, dan kalian dibenarkan.  Kalian bisa menjawab :

▪”Ya Rasulullah bukankah kau datang dalam keadaan didustakan penduduk mekah lalu kami menerima engkau”

▪”Kau datang ke kami dalam kondisi hina dan kami yang memuliakan engkau ” 

▪” Kau datang dalam kondisi diusir dari kaummu dan kami yang memberikan tempat kepadamu” ▪”Kau datang kepada kami tidak membawa harta dan kami yang memberikan engkau.”

Kalau kalian mengatakan hal itu kalian benar dan aku benarkan,  tapi tidak kalian ucapkan.. 

⚠Maksudnya Rasulullah tahu kaum Anshar orang yang baik, tidak mengungkit jasa. 

🔹Rasulullah : ”

▪Hai kaum Anshar,  apakah kalian marah/tidak suka pada sampah sampah dunia yang diberikan kepada suatu kaum agar mereka masuk islam. Dan aku sudah yakin dengan keimanan kalian. 

▪Hai kaum Anshar tidakkah kalian ridho, manusia pergi membawa unta dan kambing dan kalian membawa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam”

⚠Dan pecah tangis kaum Anshar. Tangis bahagia,  karena sebelumnya kaum Anshar setelah fathul mekkah mereka takut Rasulullah tidak kembali ke madinah. 

🔹Rasulullah : “Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, kalau bukan karena hijrah aku bagian dari Anshar.  Kalau manusia melewati sebuah lembah, dan Anshar lewat lembah yang lain maka aku akan ikut kaum Anshar.  Ya Allah rahmatilah kaum Anshar , rahmatilah anak anak kaum Anshar dan rahmatilah cucu kaum Anshar” 
📓 Hikmah Dan Pelajaran 

🔹Penghargaan duniawi itu tidak ada artinya. 

📌Itulah kenapa dalam islam ada konsep muallaf. 

📖HR Bukhari : Aku memberikan hadiah kepada seseorang padahal saudaranya lebih aku cintai dari dia karena aku takut ia masuk neraka

📌Kita hijrah untuk akhirat,  untuk mendapat syurga bukan untuk mencari dunia. 

📖HR ashabul Sunan : ada seorang badui ketika dibagi harta rampasan perang ia menolak dan berkata “aku ikut perang bukan untuk ini tapi agar panah musuh tembus ke leherku dari depan ke belakang”. Rasulullah berkata : “Jika engkau jujur kepada Allah maka Allah wujudkan”.0Dan ketika perang telah usai maka ia wafat dalam keadaan yang ia cita citakan dalam kondisi anak panah menembus leher dari depan ke belakang. Rasulullah :” Dia jujur kepada Allah maka Allah wujudkan cita citanya”

⚠Kita hijrah karena syurga bukan karena dunia

⚠Jadikan sabda Nabi sebagai pegangan : “tidak kah kalian ridho ketika orang orang mendapatkan dunia…” 

⚠Ketika ahli dunia bangga dunia nya kita bangga dengan iman kita. 

👉Dan jika kita taubat dan hijrah yang dicari dunia.. 

📖Q.S Hud 15 – 16

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan

👉Bertahanlah, di akhir kisah ini Rasulullah berkata :

Jika kalian bertemu dengan pemimpin pemimpin yang dzalim maka bersabarlah sampai engkau menemuiku di telaga khaud

📖HR :Dunia ini tidak lebih berharga dari sayap seekor nyamuk disisi Allah

📖HR :Jika dunia ini berharga di sisi Allah maka Allah tidak akan memberikan seteguk air minum pada orang kafir

🔹Kita lihat dan contoh adab kaum Anshar. Anshar tidak mau mengungkit jasa mereka.  Dan mengembalikan itu kepada karunia Allah. 

⚠Sebanyak apapun jasa jasa dan sebanyak apapun ibadah kita maka ucapkan  :”karunia itu milik Allah”

📜Ulama Mesir berkata : Apabila kau telah berbuat kebaikan Ambil ingatan anda dan buang ke laut

🔹Seorang muslim itu gak boleh baper seperti yang Rasulullah ajarkan ketika mendengar ucapan ucapan kaum Anshar bahkan beliau shallallahu alaihi wa sallam mendoakan kaum Anshar. 

📜Imam syafi’i : Orang yang cerdas itu otaknya encer dan cuek (tidak baperan) 

⚠ Jangan mudah sensi, mudah sakit hati. 
📂Tanya Jawab 

📜 Ketika kita hijrah ada larangan tentang dunia. 

▪Semua tentang motif,  kalau tujuan kita akhirat dunia akan datang dengan hina sebagaimana yang Rasulullah sabdakan

▪Intinya bukan kaya dan miskin tapi orientasi kita apa. 
📜Tentang hadits : barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan ganti yang lebih baik

▪Bukankah syurga dan akhirat lebih baik? 

⚠Dunia terlalu murah untuk dijadikan tujuan hidup kita. 
📜 Bagaimana caranya untuk meyakinkan keluarga agar bisa juga hijrah bersama kita

▪Ketika kita bertaubat dan hijrah kita akan mendapatkan ujian. 

📖Q.S Al Ankabut 2

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

▪Oleh karena itu ketika kita berhijrah konsen ke diri sendiri dahulu. Sebagian orang hijrah itu selalu memikirkan orang lain

▪Lakukan pada diri sendiri dulu.  Kalau misal kita benar mengamalkan maka orang rumah akan merasakan dampak positif nya. 

@oelpha_hasana 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s