Resume Kajian

Tazkiyatun Nufs  (lanjt) 

​📓 Tazkiyatun Nufs 

“Sebab sebab sakitnya hati dan racun racun yang mengotori hati”

Ust Abu Ja’far Cecep Rahmat 

Sabtu, 22 Dzulhijjah 1437H 

Masjid Nurul Iman Blok M Square 
📂 Materi 

📖 HR : Fitnah itu akan datang pada hati manusia secara bertubi tubi. Yaitu ada dua fitnah : fitnah syahwat dan fitnah syubhat

▪Fitnah syahwat :berbagai macam kemaksiatan, hal hal yang mendorong kepada dosa dan dosa itu sendiri, yang menghalangi tujuan.  Seperti syahwat kepada wanita, harta dan popularitas.  Merubahnya menjadi riya’, sum’ah atau beramal karena dunia

▪Fitnah syubhat : Merusak ilmu,  pemikiran dan keyakinan seseorang.  Syubhat Kesyirikan kebid’ahan kesesatan,  penyimpanan. 

⚠ 2 hal ini datang kepada manusia secara bertubi tubi tanpa kita sadari 

⚠Keduanya berbahaya namun fitnah syubhat lebih berbahaya

📌 Hati ketika fitnah itu datang ada yang menerimanya karena ia jauh dari iman dan tidak memahami mana yang benar dan mana yang salah. 

📝Rusaknya hati dikarenakan racun racun yang datang dan  virus virus dalam hati kita. 

⚠Seluruh maksiat dan dosa adalah racun hati sehingga siapa yang bermaksiat dia telah meracuni dirinya. 

📚Abdullah Ibn Mubarak : Aku melihat dosa dosa itu telah mematikan hati. Dan orang yang terus menerus melakukan nya akan menjadikan dia hina.Tidak ada yang mulia dengan dosa kecuali yang bertaubat dan memperbaiki dirinya. Siapa yang Allah hinakan tidak ada yang dapat memuliakan. Meskipun dosa itu sedikit tapi lama lama akan menggunung. Sebaliknya, tau at dan kembali kepada Allah akan membersihkan hati 

⚠Orang kadang  sedih ketika badannya teracuni tapi tidak khawatir jika racun hati terus datang padanya.  Padahal penyakit badan akan hanya berakhir dengan kematian sedangkan hati akan panjang di akhirat 

👉Hindarilah 4 racun :

▪Terlalu banyak bicara

▪Terlalu banyak melihat dan memandang

▪Terlalu banyak makan

▪Terlalu banyak bergaul (terlalu bebas berteman) 
🍁#1 Terlalu banyak bicara 

📌Diantara nikmat dari Allah adalah terlalu banyak bicara

📖 HR : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya bicara yang baik atau diam

📌Yang lebih utama adalah bicara yang baik.  Jika tidak bisa bicara yang baik baru diam. 

📝Istiqomah nya hati itu mengikuti istiqomahnya lisan karena ia adalah cermin dari hati

⚠Banyak bicara yang tidak manfaat itu mengeraskan hati. 

📚Umar bin khattab : Barangsiapa yang banyak  bicaranya maka banyak salahnya. Barangsiapa yang banyak salahnya banyak dosanya. Barangsiapa  yang banyak dosanya neraka lebih cocok baginya. 

📖HR : “Jagalah lisanmu ini”. Muadz bertanya :”Ya Rasulullah apakah kita akan di adzab karena lisan kita? “.  Rasulullah berkata :” Tidaklah manusia itu diseret di api neraka diatas wajah mereka kecuali karena balasan dari ucapan ucapan haram yang mereka ucapkan”

📖 HR : hal yang paling banyak memasukkan ke neraka itu dua rongga.  Mulutnya dan kemaluannya.  Barangsiapa yang menjamin untukku lisannya dan kemaluannya untuk dijaga akan aku jamin dia untuk masuk syurga 

📖 HR :Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat saja yang membuat mereka dilempar ke neraka sejauh Timur dan Barat 

⚠Maka hati hati berkomentar, dan tulisan itu memiliki hukum bicara maka hati hati dalam menulis. 

📖HR : Pernah suatu ketika aisyah cemburu dengan Sofiyah dan mengatakan “cukuplah dia itu begini dan begini”.  Rasulullah bersabda : “Sungguh kau telah mengatakan perkataan  yang jika ditempatkan ke lautan akan rusak lautan semuanya” 

📖HR : Utbah bin amir bertanya  apakah yang bisa membuat nya selamat.  Rasulullah bersabda : ”

Jaga lisanmu, luaskanlah rumahmu dan tangisi kesalahan kesalahanmu” 

👉Jika baik ucapkan, jika tidak lebih baik diam, jika ragu antara baik dan buruk maka lebih baik diam sampai yakin dia manfaat atau tidak. 

📚Abdullah bin mas’ud : Demi Allah yang tiada yang berhak disembah kecuali Dia. Tidak ada yang lebih membutuhkan penjara yang lebih lama daripada lisanmu. “Ya lisan berbicaralah yang baik engkau akan mendapatkan kebaikan yang banyak.  Diam lah dari keburukan engkau akan selamat sebelum kau menyesal” 

📚Ulama : Aku tidak pernah berbicara 40 tahun yang membuatku minta maaf. 

⚠Lisan dan tulisan itu lebih menusuk daripada pedang. 

📚Hasan Al Bashri : Tidak berakal orang yang tidak menjaga lisannya. 

👉Hindari dan jauhi hal hal yang membahayakan lisan : 

▪ Berbicara hal hal yang tidak bermanfaat 

📖HR : Diantara baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya. 

📌Orang yang beriman itu sangat pelit dengan waktunya karena sangat berharga.  Karena waktu yang berlalu kita tidak akan bisa menariknya kembali. 

📚Lukman al hakim ketika ditanya apa yang membuat ia luar biasa, beliau berkata : “Aku tidak bertanya apa yang tidak aku butuh jawabannya” 

📝 Ada seorang ulama diajak bicara yang tidak manfaat.  Kemudian ia berkata :”Jika anda ingin mengajak saya bicara maka hentikanlah matahari itu”. Karena baginya rugi waktu berjalan terus tapi dihabiskan untuk tidak manfaat. 

📚Abu ubaidah: diantara ciri Allah memalingkan diri dari seorang hamba adalah ia sibuk dengan hal yang tidak bermanfaat. 

▪Ghibah

👉 Jika bicara hal hal tidak manfaat pada akhirnya dikhawatirkan juga jatuh ke dalam ghibah

📖 HR : Jangan kalian ghibah satu dengan yang lainnya.  Apakah kalian mau memakan daging saudaranya? 

⚠Orang yang membicarakan aib orang itu akan  bangkrut karena pahalanya akan ditransfer ke orang yang membicarakan

📖 HR : Jika benar apa yang dibicarakan itu ghibah dan jika salah itu fitnah. 

⚠Ingat! Orang yang mendengar pembicaraan ghibah maka memiliki dosa yang sama. Begitu juga ketika mendengar berita berita infotainment baik di TV atau socmed ini juga GHIBAH!! 

▪Begitu juga dengan Namimah (adu domba) karena membuat orang lain jadi ga suka dengan orang lain dengan perbuatan kita. 

▪Perkataan yang bathil, porno juga kadang keluar dengan bercanda

▪Perkataan orang munafik

▪Debat kusir

▪Bernyanyi 

▪Dusta 

▪Memuji berlebihan (menjilat) 

📖 Q.S : Wahai orang orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan berkata yang baik 

📚Syaikh utsaimin : berkata yang baik itu maksudnya isinya dan caranya juga baik. 

👉 Cara menghindari agar tidak berlebihan bicara adalah sibukkan dengan hal yang baik. 

📚Barangsiapa yang tidak tersibukkan dengan kebaikan maka ia akan tersibukkan dengan keburukan
🍁 #2 Berlebihan dengan melihat

📌Nikmat mata ini harus digunakan untuk hal hal yang bermanfaat. Jangan sampai di salah gunakan sehingga mengundang adzan dan siksa.  

📌Dimulai dengan terlalu banyak memandang yang pada akhirnya akan menimbulkan penyakit hati.  📌Yang dimaksud adalah memandang kepada wanita dan memandang kepada mardan ( laki laki muda yang belum tumbuh jenggotnya) 

📖 HR : Pandangan itu adalah anak panah dari anak panah iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya maka Allah akan berikan nikmat dalam dirinya sampai hari kiamat ( laki laki kepada wanita begitu juga wanita ke laki laki) 

📖 Katakan kepada laki laki beriman agar mereka menundukkan pandangannya. Dan katakan kepada wanita wanita beriman agar mereka menundukkan pandangannya. 

⚠Maka harus Ghadul Bashar (jaga pandangan). 

⚠Para sahabat diperintahkan untuk berbicara dengan istri nabi dengan Hijab. 

⚠Hati hati yang mungkin belum merasakan kelezatan iman karena tidak ghadul Bashar. 

⚠Fitnah pandangan itu lebih cepat masuk daripada angin karena syaithon akan menghiasi 

📌Diantara yang berlebihan pandangan itu akan menyibukkan hati dan melalaikannya. 
*Lanjut
@oelpha_hasana 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s