Resume Kajian

The Rabbanian : Biarkan Mengalir

📗The Rabbanian : Biarkan Mengalir
Ust Abu Aisyah
[ Ust Riza Yuliar Putra Nanda ]
Rabu, 12 Sya’ban 1437H
Masjid Agung Al Azhar

📑Materi
✏Sebagian orang mengatakan “mengalir sajalah” , “hidup saya biarkan mengalir seperti air”
✏Sangat mudah dipahami oleh logika, bahwa sesuatu ada untuk dilakukan/diupayakan untuk sebuah tujuan.
👉Jika demikian, maka tidak sulit pula bahwa logika kita manusia di dunia ini diciptakan untuk sebuah tujuan.
✏Yang menciptakan, mematikan , yang memberi rezeki, yang menutup rezeki, yang memberi dan menyembuhkan sakit adalah Allah. Itu adalah keesaan Allah
✏Allah menetapkan tujuan besar mengapa manusia, jin diciptakan :
📖Q.S Adz Dzariyat 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
👉Maka, ada beberapa kesamaan antara manusia :
▫Diciptakan tujuannya untuk beribadah kpd Allah
▫Sama sama makhluk ciptaan Allah
▫Sama sama diberi pilihan
✏Jin yang durjana itu disebut syaithon
✏Yang menentukan tujuan  hakiki kenapa kita hidup, bukan mengalir  seperti air, tapi Allah yang menentukan agar kita di kehidupan ini menyembah Allah saja
📝Ketika orang berkata “mengalir seperti air” dengan konotasi pasrah begitu saja, tidak tau tujuan nya, tidak tau tempat bergantung, tidak tau tempat kembalinya apa, maka hal itu perlu di koreksi.
✏Di negara manapun seorang raja itu harus dipatuhi rakyat karena besarnya pengagungan pada rajanya. Ketahuilah bahwa ada Raja dari segala raja, Yang menguasai langit dan bumi, yaitu Allah, Yang menentukan tujuan hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah saja.
📝Jangan dikira hanya sholat yang dinilai ibadah. Senyum seorang  muslim yang ikhlas kepada saudara muslim itu bernilai shadaqah, seorang suami yang berhubungan dengan istrinya juga bernilai shadaqah.
📖HR : “seorang suami yang berhubungan dengan istrinya bernilai shadaqah”.
Seorang  sahabat bertanya mengapa hal seperti itu mendapatkan pahala, kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wassalam menjawab “Jika seseorang melakukan hal itu pada yang haram maka ia dapat dosa maka demikian pula jika ia letakkan di tempat yang halal itu bernilai ibadah”
⚠Apabila kita melakukan kegiatan kita dari yang kecil kecil saja dan semuanya karena ibadah kepada Allah, maka itu sudah benar bahwa tujuan hidupnya adalah ibadah kepada Allah
▶Seorang  muslim/muslimah punya prinsip bahwa dia tidak mengalir seperti air tanpa tujuan yang benar.
📝Ketika  seorang istri / ibu itu memasak dan dia niatkan karena Allah maka itu ibadah
📖HR : Seorang wanita menjadi pemelihara / penjaga di rumah suaminya dan anak- anaknya maka dia akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah .
📝Kalau seorang suami mandi bersama istrinya dalam rangka menjalankan sunnah Nabi maka itu memiliki pahala
⚠Seorang  muslim/muslimah memiliki prinsip bahwa segala  sesuatunya dilakukan untuk ibadah  kepada Allah
📝Bahkan jika tidur diniatkan untuk agar nanti memiliki energi dalam beribadah kepada Allah ini bernilai ibadah 
📖Apabila engkau selesei melakukan amal kebaikan maka bersungguh sungguhlah melakukan kebaikan selanjutnya.
📝Seorang suami yang bekerja dengan niat karena Allah, dicari yang benar benar halal, jauhi syubhat, maka niatnya benar ini ibadah.
📖HR : Barangsiapa yang memiliki niat melakukan kebaikan dan dia tidak jadi melakukan tercatat 1 pahala. Dan jika jadi dilakukan maka dia akan mendapatkan 10 pahala.
📖 Q.S Al An’am 162
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.
⚠Seorang muslim sebagai pegawai yang terikat janji dengan atasan harus ditunaikan.
📖HR : Seorang  muslim harus melaksanakan perjanjian yang dia lakukan.
⚠Seorang  muslim itu tidak gelisah dan tidak hanyut dalam kegelisahan karena seorang muslim tidak lepas dari dua kondisi seperti Rasulullah shallallahu alaihi wassalam sabdakan :
📖HR : Sangat menakjubkan kondisi seorang mukmin. Semua urusannya pasti baik. Kalau seorang muslim mendapatkan sesuatu yang membahagikannya ia bersyukur dan itu yang  terbaik baginya . Dan apabila ia mendapatkan kondisi yang menyulitkannya maka ia bersabar dan itu yang  terbaik baginya.
⚠Maka, seorang muslim itu tidak akan terjebak dalam kondisi stress, galau, karena ia tahu hidupnya untuk Allah. Dia yakin kondisi baik yang datang itu dari Allah untuk mengujinya apakah dia bersyukur dan kondisi yang kurang baik yang datang itu dari Allah untuk mengujinya apakah dia bersabar.
📖Q.S Al Anfal 2
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
✏Ketika kita tidak bisa melihat Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, di dunia jangan sampai di akhirat kita tidak bisa melihat beliau shallallahu alaihi wassalam.
👉Rasulullah  telah memotivasi kita
📖HR Muslim 2665/2666, dari ibn mas’ud : Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada seorang  mukmin yang lemah namun pada keduanya terdapat kebaikan. Bersemangatlah engkau terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu (bermanfaat di dunia dan terlebih di akhirat). Mintalah bantuan kepada Allah. Janganlah engkau lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu, jangan sekali kali kau mengatakan  “andai..andai” karena hal itu dapat membuka pintu syaithon.
▶Maka, gali dan ketahui makna iman, cari ilmu, kemudian amalkan.
▶Kuat ini maksudnya kuat iman, kuat amal, kuat fisik untuk  beribadah kepada Allah, kuat hartanya untuk di sedekahkan di jalan Allah. Dan yang kuat ini lebih Allah cintai, tapi keduanya baik.
▶Jika bermanfaat di dunia lakukan terlebih lagi untuk akhirat apalagi
▶Kita diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wassalam untuk hanya meminta kepada Allah sehingga hal ini tidak membuat kita congkak/ujub karena kekuatan kita ini hanya karena Allah. Kita bisa beribadah, kita memiliki semangat untuk melakukan yang bermanfaat buat kita, itu semata karena Allah yang memberi kita kekuatan.
⚠Maka, segala kebaikan yang kita lakukan itu hanya bisa kita lakukan karena Allah
👉
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
[ Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan]
📩Ulama berkata : Nasta’in di ulang padahal isti’anah itu adalah bagian dari ibadah. Kalau berhenti sampai إِيَّاكَ نَعْبُدُ  itu sebenarnya isti’anah masuk. Tapi diulang َإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ  ini karena manusia hanya bisa melakukan segala kebaikan dan ibadah itu semata mata karena kekuatan dari Allah saja.

@oelpha_hasana

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s